WARTABANYUMAS, BANYUMAS – Sebanyak 165 siswa MAN 2 Banyumas mengalami mual, pusing hingga diare usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keluhan kesehatan tersebut membuat kondisi para siswa dipantau secara intensif oleh Satgas MBG Kabupaten Banyumas.
Wakil Bupati Banyumas sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Banyumas, Dwi Asih Lintarti, mengatakan dari ratusan siswa yang mengeluh sakit, sebagian sudah kembali pulih.
“Dari 165 siswa yang tercatat mengalami keluhan, sebanyak 61 orang sudah sembuh, sedangkan 104 siswa masih dalam pemantauan karena masih mengalami sakit,” ujar Lintarti, Rabu (12/8/2026).
Di MAN 2 Banyumas sendiri terdapat 1.641 penerima manfaat MBG yang terdiri dari siswa dan tenaga pendidik, sementara puluhan penerima lainnya dilaporkan tidak mengalami keluhan.
Dalam penanganan awal, tim mendapat laporan mengenai beberapa menu yang kondisi dan rasanya dinilai tidak seperti biasanya, terutama sayur pokcoy jagung dan ayam woku.
“Kami mendapat laporan ada menu yang berbau atau rasanya kurang baik, bahkan pokcoy disebut berlendir, tetapi temuan itu masih sebatas informasi awal,” jelasnya.
Untuk memastikan penyebabnya, petugas telah mengambil sampel makanan MBG dan mengirimkannya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Lintarti meminta semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan makanan MBG sebagai penyebab siswa mengalami gangguan kesehatan sebelum hasil pemeriksaan keluar.
“Sampel sudah diperiksa dan sekarang kami menunggu hasil laboratoriumnya, sehingga penyebab kejadian ini belum bisa dipastikan,” katanya.
Sembari menunggu hasil uji laboratorium, Satgas MBG memprioritaskan kondisi siswa dengan melakukan pemantauan serta memastikan mereka memperoleh penanganan yang diperlukan.
“Yang utama sekarang adalah kondisi anak-anak, mereka harus terus dipantau dan mendapatkan penanganan sampai benar-benar pulih,” ungkap Lintarti.
Satgas MBG Banyumas juga melakukan pendataan siswa terdampak, pemetaan kelompok yang berisiko, pemberian konseling dan edukasi, serta pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Banyumas masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah keluhan kesehatan siswa MAN 2 Banyumas berkaitan dengan makanan MBG atau faktor lain.

