WARTABANYUMAS, PURWOKERTO – Suasana haru mewarnai Banyumas Mantu 2026 ketika 27 pasangan pengantin mengucapkan ijab kabul secara massal di Rita Super Mall Purwokerto, Jumat (4/9/2026).
Prosesi pernikahan massal yang menjadi bagian dari pembukaan Banyumas Wedding Expo 2026 itu disaksikan ribuan masyarakat yang memenuhi area acara.
Banyumas Mantu 2026 sekaligus menjadi pembuka Banyumas Wedding Expo yang berlangsung pada 4-6 September 2026 dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam rangkaian kegiatan pernikahan massal tersebut.
Ketua Panitia Banyumas Wedding Expo, Nurmaisha, mengatakan para peserta mendapatkan berbagai fasilitas tanpa biaya, mulai dari tata rias pengantin hingga dokumentasi pernikahan.
“Peserta tidak hanya mengikuti ijab kabul, tetapi juga mendapatkan layanan rias dan dokumentasi, bahkan sebelum acara mereka kami kirab dari kawasan Si Panji menuju Rita Super Mall,” kata Nurmaisha.
Sebanyak 27 pasangan mengikuti proses rias dan kirab tersebut sebelum kemudian menjalani prosesi pernikahan massal di lokasi utama Banyumas Wedding Expo.
Selain menghadirkan pernikahan massal, Banyumas Wedding Expo 2026 juga menggabungkan unsur sosial, ekonomi kreatif, seni dan budaya melalui kehadiran 48 stan yang melibatkan sekitar 60 vendor pernikahan.
Nurmaisha berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda sosial, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan tradisi lokal sekaligus menarik lebih banyak wisatawan datang ke Banyumas.
“Konsepnya kami buat tidak sekadar membantu pasangan mendapatkan legalitas, tetapi juga menghadirkan seni dan budaya lokal agar acara ini ikut memperkuat daya tarik wisata Banyumas,” ujarnya.
Dukungan fasilitas rias dan fotografi gratis diberikan kepada seluruh pasangan peserta sebagai bagian dari upaya membuat momen pernikahan mereka tetap istimewa meski digelar dalam konsep massal.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai Banyumas Mantu memiliki manfaat sosial yang besar, terutama bagi pasangan yang sebelumnya hanya menjalani pernikahan secara siri dan belum memiliki kepastian hukum.
Menurut Sadewo, program tersebut akan terus dikembangkan dan direncanakan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Banyumas agar semakin banyak pasangan bisa memperoleh legalitas pernikahan.

