WARTABANYUMAS, CILACAP – Ratusan siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG), Rabu (23/9/2026).
Sejumlah siswa bahkan harus mendapat penanganan medis di fasilitas kesehatan karena mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap Hassanudin mengatakan petugas langsung diterjunkan ke SMA Negeri 1 Sampang untuk menangani siswa yang mengalami keluhan.
“Langkah utama kami melakukan penyelamatan dan memberikan pertolongan kepada siswa-siswa, khususnya yang mengalami keluhan,” kata Hassanudin.
Dinkes Cilacap mengerahkan dua tim kesehatan serta melibatkan petugas dari lima puskesmas untuk melakukan pemeriksaan hingga membantu proses evakuasi dan rujukan.
“Dari tim Dinkes ada dua tim, yankes dan farmankes, dan melibatkan teman-teman puskesmas, yaitu Sampang, Maos, Adipala 1, Adipala 2, dan Kesugihan 1,” ujarnya.
Berdasarkan penanganan sementara, 70 siswa mendapat obat dari puskesmas, 15 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang, enam siswa menjalani rawat inap, dan 19 lainnya dirujuk ke RSUD Cilacap.
“Yang diberikan obat oleh puskesmas ada 70 siswa, kemudian rawat jalan di Puskesmas Sampang ada 15, rawat inap ada enam siswa, dan yang dirujuk RSUD ada 19 siswa,” jelas Hassanudin.
Hassanudin mengungkapkan SMA Negeri 1 Sampang memiliki 962 siswa serta 68 guru dan staf yang berada di lingkungan sekolah.
Sementara itu, siswa yang mengalami keluhan berasal dari berbagai tingkat kelas, dengan 108 siswa kelas X, 125 siswa kelas XI, dan 128 siswa kelas XII.
“Yang mengalami keluhan siswa kelas X ada 108 siswa, kelas XI ada 125 siswa dan kelas XII ada 128 siswa,” ujar Hassanudin.
Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, Dinkes Cilacap mengambil sampel makanan dari pihak SPPG untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
“Tim kami sudah ke sana untuk melakukan uji sampel, karena ada yang gejalanya dirasakan tadi pagi atau siang,” katanya.
Sampel tersebut akan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Jawa Tengah untuk memastikan apakah keluhan siswa berkaitan dengan makanan, air, atau faktor lainnya.
“Sampel segera kita kirimkan ke Labkes Jateng untuk dilakukan pemeriksaan, apakah ada kemungkinan dari makanan atau air dan lain sebagainya,” ujar Hassanudin.
Sambil menunggu hasil pemeriksaan, operasional MBG di sekolah tersebut dihentikan sementara setelah Dinkes berkoordinasi dengan Korwil Badan Gizi Nasional (BGN).
“Untuk sementara operasional dihentikan terlebih dahulu, kami sudah koordinasi dengan Korwil BGN,” katanya.
Dinkes Cilacap juga memperluas pemantauan ke sekolah lain untuk mengantisipasi apabila terdapat siswa yang mengalami gejala serupa.
“Kami juga pantauan di sekolah lain apabila ditemukan gejala-gejala pada siswanya,” pungkas Hassanudin.

