Cilacap
Beranda / Cilacap / Maolana, Korban KM Virgo Transport 8 asal Cilacap, Dipulangkan ke Danasri Kidul

Maolana, Korban KM Virgo Transport 8 asal Cilacap, Dipulangkan ke Danasri Kidul

Suasana haru saat korban KM Virgo Transport 8 dipulangkan ke rumah duka, di Desa Danasri Kidul, Nusawungu, Cilacap, Selasa (29/9/2026).

WARTABANYUMAS, CILACAP – Jenazah Maolana Purwa Wibowo (18), warga Desa Danasri Kidul, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, salah satu korban KM Virgo Transport 8, dipulangkan ke rumah duka pada Selasa (29/9/2026).

Maolana sebelumnya berhasil diidentifikasi oleh tim terkait sebelum jenazah dibawa kembali ke kampung halaman untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Identifikasi terhadap Maolana turut diperkuat dengan ditemukannya dompet yang berisi KTP milik neneknya serta uang tunai sebesar Rp13 ribu.

Maolana diketahui berangkat ke Kalimantan untuk mencari pekerjaan setelah sebelumnya hanya bekerja di sekitar wilayah Cilacap.

Ayah Maolana, Mukholidin (44), mengatakan putranya berpamitan pada malam sebelum berangkat menuju Surabaya untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Kalimantan.

Sekda Cilacap Nonaktif Sadmoko Danardono Dituntut 4 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Syamsul

“Kami bertemu terakhir sekitar pukul 23.00 WIB, waktu dia pamit berangkat saya berpesan agar selalu berhati-hati dan menjaga diri,” ujar Mukholidin.

Menurut Mukholidin, keberangkatan tersebut merupakan pengalaman pertama Maolana bekerja jauh dari kampung halaman karena sebelumnya hanya mencari pekerjaan di sekitar Cilacap.

“Sebelumnya dia belum pernah bekerja jauh, biasanya mengambil pekerjaan apa saja yang ada di sekitar sini,” katanya.

Maolana merupakan lulusan madrasah ibtidaiyah dan sempat melanjutkan pendidikan hingga kelas dua SMP sebelum berhenti sekolah untuk bekerja membantu perekonomian keluarga.

Setelah kedua orangtuanya berpisah, Maolana lebih banyak tinggal dan menghabiskan waktu bersama kakek dari pihak ibunya.

Syamsul Auliya Rachman Dituntut 7 Tahun Penjara, Jaksa Minta Hak Politik Dicabut

Mukholidin mengatakan keluarga sempat meminta Maolana mempertimbangkan kembali rencana merantau karena usianya masih muda dan belum berpengalaman bekerja di luar daerah.

“Saya sempat meminta dia menunggu karena masih muda dan belum pernah bekerja jauh, tetapi keinginannya untuk membantu orangtua membuat dia tetap ingin berangkat,” ucapnya.

Setelah berangkat, Maolana belum sempat berkomunikasi dengan keluarga karena telepon seluler yang dibawanya baru diberikan menjelang keberangkatan dan diduga belum dipasangi kartu.

Keluarga kemudian mengetahui Maolana menjadi korban kecelakaan KM Virgo pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.30 WIB setelah mendapat informasi dari kerabat bernama Joko.

“Malam itu saya memang merasa tidak tenang, lalu sekitar setengah tiga pagi Joko menyampaikan kabar tentang kejadian tersebut,” ungkap Mukholidin.

Pria Tampa Identitas Tertemper KA Sancaka Utara di Cilacap, KAI Imbau Warga Tak Beraktivitas di Jalur Rel

Maolana merupakan satu dari empat warga Kecamatan Nusawungu yang ikut dalam rombongan perjalanan menuju Banjarmasin untuk mencari pekerjaan.

Camat Nusawungu Oktavian Panji Setiawan mengatakan dua warga Nusawungu lainnya, yakni Salihin dan Riandra, telah diketahui selamat, sementara Ramlan masih dalam proses pencarian.

“Dari empat warga Nusawungu, Salihin dan Riandra selamat, Maolana sudah teridentifikasi, sedangkan Ramlan sampai sekarang masih menunggu hasil pencarian,” kata Oktavian.

Menurut Oktavian, rombongan tersebut berangkat menuju Banjarmasin untuk mencari pekerjaan dan terdapat dua warga asal Purbalingga yang turut dalam perjalanan.

Pihaknya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Maolana serta terus mengikuti perkembangan proses pencarian dan penanganan korban.

“Kami turut berduka atas kejadian ini dan terus mendoakan agar warga kami yang masih belum ditemukan segera mendapatkan kabar,” ujarnya.