Banyumas
Beranda / Banyumas / Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri, Ini Hasil Ekshumasi

Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri, Ini Hasil Ekshumasi

WARTABANYUMAS, BANYUMAS – Ekshumasi jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8/2026), belum mengungkap penyebab kematiannya karena tim forensik tidak menemukan luka yang menunjukkan adanya kekerasan.

Proses pemeriksaan berlangsung selama sekitar tiga setengah jam, mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB, dengan pemeriksaan dilakukan terhadap bagian luar hingga bagian dalam tubuh Sutrimo.

Ketua Tim Forensik Prof Dr dr Ahmad Yudianto, SpFM(K), SH, M.Kes, mengatakan hasil pemeriksaan secara langsung tidak memperlihatkan adanya cedera akibat benda tumpul ataupun benda tajam.

“Secara pemeriksaan fisik, kami tidak menemukan gambaran luka yang mengarah pada kekerasan, baik yang disebabkan benda tumpul maupun benda tajam,” ujar Yudianto.

Meski temuan awal tidak menunjukkan adanya kekerasan, tim belum bisa memastikan penyebab Sutrimo meninggal karena kondisi jenazah telah mengalami proses pembusukan.

Warung di Jepara Wetan Cilacap Ludes Terbakar

Yudianto menjelaskan, Sutrimo telah dimakamkan sejak 23 Juli 2026 sehingga saat dilakukan ekshumasi, kondisi jenazah sudah memasuki fase pembusukan lanjut.

“Waktu pemakamannya sudah hampir tiga minggu, sehingga perubahan akibat proses pembusukan cukup lanjut dan menjadi salah satu kendala dalam pemeriksaan,” katanya.

Kondisi tersebut membuat tim tidak dapat mengamati seluruh jaringan tubuh secara sempurna sehingga sejumlah sampel kemudian dikumpulkan untuk menjalani analisis lebih lanjut.

Sampel tersebut diambil dari berbagai bagian tubuh, termasuk bagian kepala, tubuh bagian bawah, kulit yang dinilai mengalami perubahan, swab, serta isi organ seperti lambung dan jantung.

Seluruh sampel akan diperiksa menggunakan sejumlah metode forensik, termasuk histopatologi, toksikologi, dan DNA, untuk mencari petunjuk mengenai kondisi tubuh sebelum kematian.

Ratusan Siswa Tumbang Usai Santap MBG, Ada Menu Berbau

Yudianto mengatakan, pemeriksaan histopatologi akan melihat perubahan pada jaringan tubuh, sedangkan toksikologi digunakan untuk mengetahui kemungkinan adanya kandungan zat tertentu dan pemeriksaan DNA menjadi bagian dari pendalaman kasus.

“Kami mengambil dan menguji sampel dengan berbagai pemeriksaan agar nantinya penyebab kematian dapat ditentukan berdasarkan temuan ilmiah,” jelasnya.

Tim juga menindaklanjuti informasi keluarga mengenai adanya buih yang disebut keluar dari mulut dan hidung Sutrimo ketika pertama kali ditemukan meninggal.

Saat jenazah diperiksa dalam proses ekshumasi, buih tersebut sudah tidak terlihat, namun tim tetap mengambil sampel swab untuk mengetahui kemungkinan masih adanya material yang dapat dianalisis.

Yudianto menegaskan, hasil pemeriksaan laboratorium masih diperlukan sebelum tim dapat menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian Sutrimo.

Keluarga Sutrimo Ikhlas, Apa Pun Hasil Ekshumasi

“Kesimpulan belum bisa diberikan sekarang karena kami masih menunggu seluruh hasil pemeriksaan laboratorium,” pungkasnya.