WARTABANYUMAS, BANYUMAS – Musim kemarau yang belum beranjak membuat kekeringan semakin dirasakan warga Banyumas, Jawa Tengah, dengan puluhan ribu jiwa kini terdampak di berbagai wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat 28.222 jiwa dari 8.371 keluarga mengalami dampak kekeringan yang tersebar di 37 desa dan kelurahan pada 14 kecamatan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah warga kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari karena debit sumber air terus menurun selama musim kemarau.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BPBD Banyumas hingga 10 Agustus 2026 telah menyalurkan air bersih sebanyak 233 ritase dengan total volume mencapai 1.135.000 liter.
Penyaluran air dilakukan secara bertahap ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air dengan menyesuaikan tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga mulai menyentuh tujuh fasilitas umum yang berada di wilayah terdampak.
BPBD Banyumas bersama pemerintah desa dan kelurahan terus memantau kondisi sumber air serta kebutuhan warga agar distribusi bantuan dapat dilakukan ke wilayah yang paling membutuhkan.

