Cilacap
Beranda / Cilacap / Tinjau Pengembangan SAF di Cilacap, Wapres Gibran Dorong Pemberdayaan Perempuan

Tinjau Pengembangan SAF di Cilacap, Wapres Gibran Dorong Pemberdayaan Perempuan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau pengembangan Sustainable Aviation Fuel berbasis minyak jelantah di Kilang PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, Jawa Tengah, Senin (26/10/2026).

WARTABANYUMAS, CILACAP – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau pengembangan bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah di Kilang PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, Senin (26/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gibran mendorong pengembangan inovasi energi berkelanjutan yang tidak hanya mendukung industri nasional, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya perempuan yang terlibat dalam pengumpulan minyak jelantah.

Menurut Gibran, minyak jelantah yang selama ini berpotensi menjadi limbah dapat diolah menjadi bahan baku energi bernilai ekonomi melalui kolaborasi antara masyarakat dan industri.

“Pengembangan SAF harus berjalan bersama pemberdayaan masyarakat, sehingga minyak jelantah yang dikelola ibu-ibu melalui bank sampah dapat memiliki nilai ekonomi dan terhubung dengan industri nasional,” ujar Gibran.

Kilang Cilacap Produksi SAF 5.075 Kiloliter per Tahun

Damkar Cilacap Tangani 126 Kebakaran hingga Oktober 2026, Pemukiman Jadi Kasus Terbanyak

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, mengatakan Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas strategis Pertamina dengan kapasitas pengolahan mencapai 348 ribu barel per hari atau sekitar 31 persen dari total kapasitas kilang Pertamina di Indonesia.

Pengembangan SAF berbasis minyak jelantah dilakukan melalui skema co-processing, yakni mengolah minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) bersama kerosin pada unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT).

“Unit TDHT RU Cilacap telah berstatus onstream commercial, dengan estimasi produksi bersih SAF sekitar 5.075 kiloliter per tahun,” kata Taufik.

Pengembangan bahan bakar penerbangan tersebut menjadi salah satu upaya Pertamina dalam meningkatkan pemanfaatan bahan baku alternatif sekaligus mendorong inovasi energi yang lebih ramah lingkungan.

Libatkan Bank Sampah dan Masyarakat

Antisipasi Musim Hujan, BPBD Cilacap Minta Warga Waspadai Banjir hingga Tanah Longsor

Untuk memastikan ketersediaan bahan baku, Pertamina RU Cilacap melibatkan masyarakat melalui program Community Involvement and Development (CID) dengan memfasilitasi pengumpulan minyak jelantah dari sejumlah bank sampah binaan.

Bank sampah yang terlibat meliputi Bank Sampah Beo Asri, Bank Sampah Abhipraya, dan Bank Sampah Cahaya Asri.

Selain itu, Pertamina menyediakan Collection Box Jelantah di Pasar Amarta, Kutawaru, sebagai salah satu sarana pengumpulan minyak bekas pakai dari masyarakat.

Taufik mengatakan program tersebut diharapkan mampu mengubah minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah menjadi bahan baku energi yang memiliki nilai tambah.

“Kami berupaya menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Hujan Semalaman Picu Banjir di Sejumlah Wilayah Kroya, Air Mulai Masuk Rumah Warga

Melalui pengembangan SAF berbasis minyak jelantah, Pertamina berharap sinergi antara inovasi industri energi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dapat terus diperkuat.

Program tersebut juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan bahan bakar penerbangan yang lebih ramah lingkungan.