WARTABANYUMAS, CILACAP – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Cilacap sejak Jumat malam menyebabkan genangan hingga banjir di sejumlah desa di wilayah pemantauan UPT BPBD Kroya, Sabtu (31/10/2026).
Kepala UPT BPBD Kroya, Edi Purwanto, mengatakan pemantauan pada pukul 08.00 WIB menunjukkan air mulai menggenangi pekarangan, lahan persawahan, jalan, hingga masuk ke rumah warga di beberapa lokasi.
“Berdasarkan hasil pemantauan pagi ini, ada beberapa titik yang mengalami genangan dan luapan air hingga masuk ke permukiman warga,” kata Edi.
Salah satu wilayah terdampak berada di Dusun Krikil, Desa Karangreja, Kecamatan Maos, tepatnya di RT 2 RW 4 serta RT 2 dan RT 3 RW 3, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter di halaman dan sekitar 20 sentimeter di dalam rumah.
Meski warga di lokasi tersebut belum mengungsi, pemerintah desa mulai mempersiapkan dapur umum di Balai Desa Karangreja untuk mengantisipasi perkembangan kondisi banjir.
“Untuk sementara warga belum mengungsi, tetapi persiapan dapur umum sudah dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi air terus meningkat,” ujarnya.
Genangan juga terpantau di Desa Mrenek, Kecamatan Maos, khususnya di sekitar Sungai Batas Menak Sikampuh, dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 20 sentimeter di pekarangan dan lahan persawahan.
Di Desa Mrenek RT 01 RW 08, genangan air juga mencapai sekitar 20 sentimeter di area pekarangan warga.
Sementara itu, luapan air di Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya terpantau di depan Masjid Istiqomah dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter di sekitar rumah dan pekarangan warga.
Luapan air juga menggenangi jalan di depan pertokoan Kota Baru, Jalan Kroya-Buntu, wilayah Dusun Pecangakan, Desa Mujur Lor, dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.
Genangan lainnya terjadi di RT 24 RW 02, Dusun Karangchengsi, Desa Sikampuh Kroya, dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 20 sentimeter di pekarangan dan mulai memasuki rumah warga.
BPBD Minta Penanganan Sumbatan Enceng Gondok
Selain memantau genangan dan banjir, UPT BPBD Kroya juga meminta bantuan alat berat untuk membersihkan sumbatan enceng gondok di anak Kali Silunjar, Jalan Sikampuh-Bejen, RT 34 RW 03, tepatnya di kompleks Embung Baru.
Sumbatan tersebut dikhawatirkan menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir apabila tidak segera dibersihkan.
Edi mengatakan pemantauan di wilayah lainnya masih terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan setelah hujan yang mengguyur sejak malam hari.
“Wilayah lainnya masih kami pantau dan monitor di lapangan sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

