WARTABANYUMAS, CILACAP – Sebanyak 126 kejadian kebakaran selama periode hingga 31 Oktober 2026, dengan kebakaran permukiman menjadi kasus terbanyak.
Berdasarkan infografis Damkar Cilacap, kebakaran permukiman mencapai 73 kejadian, disusul kebakaran dunia usaha sebanyak 30 kejadian dan kebakaran lahan sebanyak 17 kejadian.
Sementara itu, kebakaran kendaraan tercatat satu kejadian dan kategori kebakaran lainnya sebanyak lima kejadian.
Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan permukiman.
“Potensi kebakaran perlu diantisipasi bersama dengan memastikan instalasi listrik aman, menggunakan peralatan rumah tangga sesuai ketentuan, serta tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan,” demikian imbauan yang perlu dikonfirmasi kepada Gatot sebelum diterbitkan sebagai kutipan langsung.
Korsleting Listrik Jadi Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Dalam infografis tersebut, korsleting listrik tercatat sebanyak 42 kasus sebagai salah satu penyebab kebakaran yang perlu mendapat perhatian masyarakat.
Selain itu, kebakaran juga tercatat berkaitan dengan tungku atau gas LPG sebanyak delapan kasus serta rokok atau korek api sebanyak tujuh kasus.
Data Damkar Cilacap juga mencatat faktor human error sebanyak 69 kasus, sehingga kehati-hatian dalam menggunakan peralatan dan sumber api menjadi bagian penting dari upaya pencegahan kebakaran.
Gatot mengimbau warga untuk memeriksa kondisi kabel dan sambungan listrik secara berkala serta memastikan penggunaan kompor dan tabung LPG dilakukan dengan aman.
Damkar Catat 446 Penyelamatan Tawon
Selain menangani kebakaran, Damkar Cilacap juga melaksanakan berbagai layanan penyelamatan nonkebakaran hingga 31 Oktober 2026.
Berdasarkan data tersebut, penanganan sarang tawon menjadi layanan penyelamatan nonkebakaran terbanyak dengan 446 kejadian, disusul penyelamatan ular sebanyak 97 kejadian dan evakuasi cincin sebanyak 96 kejadian.
Adapun penanganan hewan liar tercatat sebanyak 12 kejadian selama periode tersebut.
Kerugian Kebakaran Capai Rp 3,59 Miliar
Dampak kejadian kebakaran di Kabupaten Cilacap hingga 31 Oktober 2026 tercatat menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp 3,59 miliar dan kerusakan sebanyak 101 bangunan.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat nihil, sedangkan korban luka-luka sebanyak satu orang.
Damkar Cilacap juga terus melakukan upaya pencegahan melalui kegiatan sosialisasi dan inspeksi proteksi kebakaran untuk meningkatkan pemahaman masyarakat serta kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran.
Infografis Damkar Cilacap mencatat sebanyak 258 kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan dengan total 16.001 peserta, serta 17 kegiatan inspeksi bangunan gedung hingga 31 Oktober 2026.
Masyarakat yang membutuhkan layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan dapat menghubungi pos Damkar terdekat yang beroperasi selama 24 jam setiap hari.

