Cilacap
Beranda / Cilacap / Paus Sperma Kerdil Ditemukan di Pantai Cilacap, Sempat Hidup Sebelum Akhirnya Mati

Paus Sperma Kerdil Ditemukan di Pantai Cilacap, Sempat Hidup Sebelum Akhirnya Mati

Warga berupaya mengevakuasi Paus Sperma yang terdampar di Pantai Cemara Jajar Cilacap, Senin (17/8/2026).

WARTABANYUMAS, CILACAP – Seekor paus yang diduga berjenis sperma kerdil ditemukan terdampar di Pantai Cemara Jajar, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Senin (17/8/2026).

Paus berukuran sekitar 3,2 meter tersebut sempat terlihat masih hidup ketika ditemukan warga sekitar pukul 16.00 WIB.

Warga kemudian berupaya mengembalikan mamalia laut itu ke perairan yang lebih dalam, tetapi kondisi pantai yang tidak rata membuat proses penyelamatan mengalami kesulitan.

Pegiat Konservasi Laut Kabupaten Cilacap, Jumawan, mengatakan upaya penyelamatan dilakukan warga sesaat setelah paus ditemukan dalam kondisi masih bernapas.

“Begitu ditemukan sekitar pukul 4 sore, kondisinya masih hidup dan warga mencoba menariknya kembali ke laut, tetapi medan pantainya tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan mudah,” kata Jumawan.

Kekeringan di Cilacap Belum Usai, 1.066 Tangki Sudah Dikirim ke 75 Desa

Meski sudah berusaha dievakuasi, kondisi paus semakin melemah dan akhirnya mati sekitar waktu Magrib.

Kondisi Paus Sperma Kerdil yang terdampar di Pantai Cemara Jajar Cilacap, Senin (17/8/2026).

Paus Panjang 3,2 Meter dengan Berat Sekitar 700 Kilogram

Dari pengamatan di lokasi, paus tersebut diperkirakan memiliki panjang tubuh 3,2 meter dengan berat mencapai sekitar 700 kilogram.

“Kalau dilihat dari ukurannya, panjangnya kurang lebih 3,2 meter dengan berat yang kami perkirakan sekitar 700 kilogram,” ujarnya.

Secara fisik, ukuran paus tersebut disebut menyerupai lumba-lumba berukuran besar sehingga diduga masih tergolong anakan.

Jalan Perwira Cilacap Bakal Diberlakukan Satu Arah, Mulai 1 Oktober 2026

Jumawan menduga mamalia laut itu merupakan Kogia breviceps atau pygmy sperm whale yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai paus sperma kerdil.

“Identifikasi sementara mengarah pada Kogia breviceps atau paus sperma kerdil, berdasarkan ciri-ciri fisik yang terlihat di lapangan,” jelasnya.

Meski demikian, identifikasi tersebut masih bersifat sementara karena belum dilakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap spesies paus tersebut.


Tubuh Paus Ditemukan dalam Kondisi Terluka

Selain ditemukan dalam kondisi terdampar, terdapat sejumlah luka pada tubuh paus tersebut.

Dugaan Kekerasan, Pelecehan Seksual hingga Pungli di SMK Negeri Karangpucung Diselidiki Polisi

Jumawan mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab luka yang ditemukan pada tubuh mamalia laut itu.

“Ada bagian tubuh yang terlihat mengalami luka, tetapi untuk penyebabnya kami belum bisa memastikan karena masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Jumawan.

Setelah mati, bangkai paus tersebut belum langsung dievakuasi dari kawasan Pantai Cemara Jajar.

Proses penanganan kemudian dilakukan dengan menarik bangkai paus dari lokasi untuk selanjutnya dikuburkan.

Enam Mamalia Laut Terdampar di Cilacap Sepanjang 2026

Temuan paus sperma kerdil tersebut menjadi kejadian keenam terkait mamalia laut yang terdampar di wilayah pesisir Kabupaten Cilacap sepanjang 2026.

Jumawan menjelaskan, dari enam kejadian tersebut, lima di antaranya merupakan temuan hiu paus, sedangkan kejadian terbaru merupakan paus sperma kerdil.

“Kalau dihitung sejak awal tahun, sudah ada enam kejadian mamalia laut terdampar di Cilacap, terdiri dari lima hiu paus dan satu paus seperti yang ditemukan sekarang,” katanya.

Salah satu temuan hiu paus tersebut bahkan terjadi sekitar tiga pekan sebelum paus sperma kerdil ditemukan di Pantai Cemara Jajar.

Dengan adanya kejadian terbaru ini, kawasan pesisir Cilacap kembali menjadi lokasi ditemukannya mamalia laut yang terdampar sepanjang tahun 2026.