WARTABANYUMAS, CILACAP – Kebakaran lahan Perhutani di Desa Sidaurip, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, sempat ramai di media sosial setelah api melalap sekitar dua hektare lahan pada Senin (24/8/2026) malam.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan kebakaran lahan tersebut terjadi sekitar pukul 21.50 WIB di kawasan Perhutani petak 88 Desa Sidaurip.
“Memang sempat ramai di media sosial, tetapi kejadian sebenarnya terjadi Senin malam sekitar pukul 21.50 WIB di lahan Perhutani Desa Sidaurip, Kecamatan Kawunganten, pada petak 88,” kata Taryo, Rabu (26/8/2026).
Api yang sempat membakar lahan tersebut berhasil dijinakkan sekitar pukul 22.30 WIB setelah warga bersama sejumlah pihak bergerak melakukan pemadaman.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, termasuk warga dan paguyuban pedagang yang ada di lahan Perhutani itu, kebakaran tidak berlangsung lama dan akhirnya bisa teratasi,” ujarnya.
Taryo menyebut, luas lahan Perhutani yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare, namun kobaran api tidak sampai mengancam permukiman warga.
“Luas areal yang terbakar kurang lebih dua hektare, tetapi tidak berdampak ke pemukiman karena lokasi lahan yang terbakar cukup jauh dari area permukiman,” jelasnya.
Hingga kini, BPBD Cilacap belum mendapatkan informasi pasti mengenai penyebab kebakaran lahan tersebut, termasuk kemungkinan api berasal dari aktivitas pembakaran sampah maupun puntung rokok.
“Kita belum mendapatkan informasi yang lengkap apakah karena ada yang membakar sampah atau mungkin membuang puntung rokok sembarangan,” kata Taryo.
Meski api telah berhasil dipadamkan, BPBD Cilacap mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau yang berlangsung cukup kering.
“Musim kemarau ini cukup kuat dan sangat kering, sehingga saya meminta masyarakat tidak coba-coba membakar sampah sembarangan karena berpotensi menimbulkan kebakaran,” tegasnya.
Taryo juga mengingatkan kebiasaan kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan dapat menjadi pemicu kebakaran ketika kondisi lahan dan lingkungan sangat kering.
“Termasuk hal yang kecil dan sepele seperti membuang puntung rokok sembarangan, itu juga bisa menimbulkan kejadian kebakaran,” pungkas Taryo.

