WARTABANYUMAS, CILACAP – Kepedulian untuk warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) datang dari Cilacap melalui pengiriman bantuan logistik yang kini masih dalam perjalanan menuju Semarang.
Bantuan tersebut lebih dulu dibawa menuju pool BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk selanjutnya dikonsolidasikan dan dikirim bersama bantuan dari daerah lain menuju wilayah terdampak bencana di NTT.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Supriyadi mengatakan, bantuan dari Cilacap sengaja dikirim melalui jalur koordinasi BPBD Provinsi Jawa Tengah agar pendistribusiannya dapat diteruskan ke daerah yang membutuhkan.
“Untuk saat ini bantuan masih dalam perjalanan menuju Semarang, nanti di pool BPBD Provinsi Jawa Tengah akan dikumpulkan terlebih dahulu untuk selanjutnya dikirim ke NTT,” kata Supriyadi, Rabu (26/8/2026).
Dari daftar bantuan yang disiapkan, sejumlah kebutuhan dasar untuk warga terdampak telah dihimpun, mulai dari selimut, pakaian bayi, popok bayi hingga handuk.
Selain itu, bantuan juga mencakup 10 lembar matras BNPB, 10 lembar terpal, 30 dus biskuit kelapa, satu dus sarden dan lima dus air mineral.
Sebagian bantuan tersebut berasal dari Dinas Sosial, sementara 25 dus biskuit kelapa lainnya merupakan dukungan dari PT S2P untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana.
Supriyadi menuturkan bantuan yang dikirim disesuaikan dengan kebutuhan dasar masyarakat yang berada dalam kondisi darurat setelah bencana.
“Kami berharap bantuan ini nantinya bisa segera sampai kepada masyarakat yang terdampak dan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka selama masa penanganan bencana,” ujarnya.
Pengiriman bantuan dari Cilacap menjadi bagian dari semangat gotong royong antardaerah ketika masyarakat NTT masih membutuhkan dukungan logistik dan perlengkapan dasar.
Bantuan yang bergerak dari Cilacap tersebut membawa pesan sederhana bahwa di tengah situasi bencana, dukungan dari daerah lain dapat menjadi penguat bagi warga yang sedang berjuang untuk bangkit kembali.
Sebelumnya, gampa berkekuatan 7,7 SR mengguncang NTT pada tanggal 15 Agustus 2026. Gempa tersebut berdampak terhadap 1,9 juta jiwa di tujuh kabupaten/kota.

