WARTABANYUMAS, CILACAP – Sebanyak 87 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Cilacap hingga 31 Agustus 2026, dengan sebagian besar kejadian melanda kawasan permukiman.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Cilacap, Gatot Arief Widodo, mengatakan dari total kejadian tersebut, 54 kasus terjadi di permukiman, 22 kasus di dunia usaha, tujuh kasus kebakaran lahan, dan empat kasus lainnya.
“Dari 87 kejadian kebakaran, penyebab terbanyak adalah human error sebanyak 42 kejadian, kemudian korsleting listrik sebanyak 36 kejadian,” kata Gatot.
Selain itu, kebakaran juga dipicu tungku atau gas LPG sebanyak enam kejadian serta rokok atau korek api sebanyak tiga kejadian.
Dari puluhan kejadian tersebut, 73 bangunan mengalami kerusakan dengan total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp2,9 miliar.
Sementara korban akibat kebakaran tercatat satu orang mengalami luka-luka dan tidak ada korban meninggal dunia.
Damkar Cilacap juga menangani 591 kejadian penyelamatan non-kebakaran, yang terdiri dari 417 evakuasi tawon, 91 ular, 75 kucing, dan delapan hewan liar.
Gatot mengatakan, upaya pencegahan kebakaran terus dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat dan inspeksi proteksi kebakaran pada bangunan gedung.
Sepanjang periode tersebut, Damkar Cilacap menggelar 207 kegiatan sosialisasi dengan jumlah peserta mencapai 13.458 orang serta melakukan inspeksi terhadap 14 bangunan gedung.

