Cilacap
Beranda / Cilacap / Shelter Tsunami Enam Lantai Akan Dibangun di Cilacap

Shelter Tsunami Enam Lantai Akan Dibangun di Cilacap

WARTABANYUMAS, CILACAP – Shelter tsunami akan dibangun di Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Fasilitas evakuasi vertikal ini disiapkan untuk melindungi masyarakat apabila terjadi tsunami.

Pembangunan shelter tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko bencana di kawasan pesisir Cilacap yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap, Annisa Fabriana, menegaskan bahwa keberadaan shelter harus diiringi dengan peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Menurut Annisa, pembangunan shelter bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan sekaligus rasa aman bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.

“Harapannya, dengan kesiapan yang kita bangun, shelter ini tidak sampai digunakan untuk kondisi darurat, tetapi keberadaannya bisa memberikan ketenangan bagi masyarakat pesisir,” ujar Annisa.

Hendak Memancing, Seorang Pria Terjatuh dari Motor di Dermaga PPSC


Cilacap Miliki Risiko Bencana Pesisir


Sebagai wilayah yang memiliki garis pantai cukup panjang, Cilacap menghadapi potensi ancaman bencana yang perlu diantisipasi melalui kesiapan infrastruktur, sistem peringatan dini, serta kemampuan masyarakat melakukan evakuasi secara mandiri.

Karena itu, Annisa meminta pembangunan shelter tsunami menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.

Ia juga mendorong agar kebutuhan sarana evakuasi di wilayah pesisir lainnya terus dipetakan, sehingga perlindungan terhadap masyarakat tidak hanya terpusat pada satu lokasi.

“Jika memang dibutuhkan, titik evakuasi tambahan bisa direncanakan di wilayah timur Cilacap, karena kebutuhan shelter harus disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kerawanan masing-masing kawasan,” katanya.

Annisa Fabriana Resmi Jadi Sekda Cilacap Definitif, Pengisian Jabatan Gunakan Sistem Manajemen Talenta


Dibangun Enam Lantai Dekat Garis Pantai


Shelter tsunami yang berlokasi di Kelurahan Tegalkamulyan tersebut direncanakan berdiri sekitar 400 meter dari garis pantai dengan desain bangunan setinggi enam lantai.

Proyek ini memanfaatkan lahan seluas 24.106 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 11.742 meter persegi yang dirancang sebagai tempat evakuasi vertikal ketika tsunami terjadi.

Pembangunan fasilitas tersebut merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dengan nilai kontrak konstruksi sebesar Rp83,25 miliar yang dikerjakan PT Nindya Beton.

Sementara itu, pekerjaan pengawasan dan manajemen konstruksi dipercayakan kepada PT Widha dengan nilai kontrak sebesar Rp2,54 miliar.

Rumah Warga di Kroya Terbakar, Dokumen untuk Berangkat Kerja ke Kalimantan Ikut Hangus

Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis III Jawa Tengah, Fahrizal Patriaman, menjelaskan bahwa tahapan awal pembangunan telah berjalan setelah penandatanganan kontrak dan pengukuran lokasi.

“Kontrak pekerjaan sudah ditandatangani dan pengukuran di lapangan juga telah dilaksanakan,” ungkap Fahrizal.


Ditargetkan Rampung Juli 2027


Pembangunan shelter tsunami Cilacap dijadwalkan berlangsung selama 300 hari kalender, terhitung sejak 25 September 2026 hingga 21 Juli 2027, dengan masa pemeliharaan selama 360 hari.

Bangunan tersebut dirancang menggunakan struktur yang tahan terhadap gempa serta memperhitungkan kemampuan menghadapi tekanan arus dan gelombang tsunami.

Selain difungsikan sebagai lokasi penyelamatan saat keadaan darurat, shelter juga dirancang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat ketika situasi normal.

Pekerjaan pembangunan meliputi struktur dan pondasi, arsitektur, sistem mekanikal, elektrikal dan plambing, penataan kawasan, serta penerapan standar keselamatan konstruksi.

Annisa berharap keberadaan shelter nantinya tidak hanya menjadi fasilitas pendukung penanggulangan bencana, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya sadar bencana di tengah masyarakat pesisir Cilacap.

Dengan pembangunan infrastruktur evakuasi yang disertai edukasi dan koordinasi lintas sektor, pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kemungkinan bencana tsunami.