WARTABANYUMAS, PURWOKERTO – Komunitas Layar Kelas menggelar program Sowan #2 dalam rangkaian HeteroFest 2026 di Lapangan Hetero Space Purwokerto, Minggu (4/10/2026), dengan menghadirkan pemutaran perdana dan diskusi film karya sineas lokal, mahasiswa, hingga pelajar.
Mengusung konsep layar tancap di ruang terbuka, kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus diskusi mengenai proses kreatif perfilman.
Inisiator Layar Kelas, King Anugerah Wiguna, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan film lokal dengan penonton dari berbagai latar belakang.
“Melalui Layar Kelas, kami ingin menghadirkan ruang bagi film-film lokal untuk bertemu dengan audiensnya, mendapatkan respons, sekaligus menjadi bahan diskusi yang dapat memperkaya pengetahuan tentang perfilman,” ujar King yang juga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman.
Angkat Film Lokal hingga Karya Pelajar

Pada hari pertama, Sabtu (3/10/2026), Layar Kelas menayangkan film panjang Judheg yang mengangkat persoalan sosial di Banyumas dan sekitarnya serta masuk nominasi Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF).
Pemutaran tersebut dilanjutkan dengan diskusi bersama sutradara untuk membahas cerita dan realitas sosial yang diangkat dalam film.
Sementara itu, pada Minggu (4/10/2026), Layar Kelas menampilkan tiga film pendek berjudul Urup, Receh, dan Bisu yang melibatkan sineas mahasiswa hingga pelajar.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto sekaligus bagian dari Layar Kelas, Rida Purnama Sari, mengatakan film dapat menjadi alternatif karya tugas akhir mahasiswa, khususnya di bidang komunikasi dan desain komunikasi visual.
“Kami ingin menunjukkan bahwa tugas akhir tidak selalu harus berupa penelitian kualitatif atau kuantitatif, tetapi juga bisa diwujudkan melalui karya, termasuk film, dengan proses kreatif dan pertanggungjawaban akademik yang jelas,” ungkap Rida.
Buka Ruang bagi Sineas Muda
Selain karya mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi, kegiatan ini turut menampilkan film produksi siswa SMA Negeri 2 Purwokerto sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas pelajar.
Rida berharap para sineas muda mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan karya sekaligus berdiskusi langsung dengan penonton.
“Teman-teman pelajar juga punya gagasan dan kemampuan untuk menghasilkan film yang menarik, sehingga penting bagi mereka mendapatkan ruang pemutaran dan kesempatan berdiskusi dengan penonton,” katanya.
Seluruh film yang ditampilkan dalam program Sowan #2 dipertemukan dengan publik melalui pemutaran perdana atau public premiere, disertai diskusi mengenai ide cerita, proses produksi, dan tantangan pembuatan film.
Melalui kolaborasi dalam HeteroFest 2026, Layar Kelas berharap semakin banyak karya sineas lokal mendapat ruang apresiasi dan menjadi bagian dari percakapan masyarakat.

